Seorang gadis menulis kanji di salah satu sekolah menulis kanji di Tokyo. Foto berasal dari Japan Daily Press
Nah, kembali lagi ke bela diri Jepang, peringkat kyū menggunakan sistem progresif (meningkat) dalam urutan menurun. Artinya, peserta akan mulai dari kyū terendah yaitu sepuluh, dan menempuh ujian demi ujian hingga kyū satu sebagai yang tertinggi. Semakin tinggi peringkat yang akan diraih, maka makin sulit pula ujiannya. Berikut ini adalah urutan standar baku peringkat kyū di Jepang:
PERINGKAT
|
PENULISAN
|
PENGUCAPAN
|
Kyū 1 (tertinggi)
|
一級
|
Ikkyuu
|
Pre Kyū 1
|
準一級
|
Jun-Ikkyuu
|
Kyū 2
|
二級
|
Nikkyuu
|
Pre Kyū 2
|
準二級
|
Jun-Nikyuu
|
Kyū 3
|
三級
|
Sankyuu
|
Kyū 4
|
四級
|
Yonkyuu
|
Kyū 5
|
五級
|
Gokyuu
|
Kyū 6
|
六級
|
Rokyuu
|
Kyū 7
|
七級
|
Nanakyuu
|
Kyū 8
|
八級
|
Hachikyuu / Hakyuu
|
Kyū 9
|
九級
|
Kyuukyuu
|
Kyū 10
|
十級
|
Jukkyuu
|
Tanpa Peringkat
|
無級
|
Mukyuu
|
Lalu bagaimana dengan Shotokan? Funakoshi memang mengadopsi sistem peringkat dalam judo, namun itupun tidak sepenuhnya. Saat awal modernisasi karate di Jepang, Funakoshi hanya menerapkan tiga warna sabuk untuk Shotokan, yaitu: putih untuk kyū delapan sampai empat, coklat untuk kyū tiga sampai satu, dan tentu saja sabuk hitam. Untuk yudansha sendiri Funakoshi awalnya hanya menetapkan maksimal sampai godan (dan lima).
Setelah berakhirnya Perang Dunia II para tokoh karate di Jepang berkumpul. Mereka adalah Gichin Funakoshi (Shotokan), Tsuyoshi Chitose (Chito-ryu), Kenwa Mabuni (Shito-ryu), Gogen Yamaguchi (Goju-ryu) dan Kanken Toyama (Shudokan). Mereka mengembangkan peringkat kyū/dan menjadi lebih sistematis dan menjadi semacam norma yang baku. Walau demikian, saat itu organisasi yang berasal dari Shotokan seperti JKA dan Shotokai untuk yudansha maksimal masih tetap sampai godan.
Setelah dibentuknya Federation of All Japan Karate-Do Organizations (FAJKO) tahun 1964 dibuatlah standarisasi baru untuk sistem peringkat. Organisasi karate yang berada di bawah payung FAJKO mulai menerapkan warna yang berbeda untuk peringkat mudansha atau kyū. Urutan sabuk untuk karate Jepang dimulai dari putih sebagai paling awal dan hitam sebagai paling akhir. Kecuali putih dan hitam, warna sabuk diantaranya boleh dimodifikasi.
Lain halnya dengan Okinawa. Pulau kecil tempat asal karate ini menerapkan sistem kyū/dan sekitar tahun 1956 setelah dibentuknya Okinawa Karate Association (OKF). Menurut catatan sejarah, Chosin Chibana (Shorin-ryu) dan Kanken Toyama (Shudokan) telah diakui memegang peringkat dalam karate oleh Menteri Pendidikan Jepang. Chibana banyak berperan dalam terbentuknya OKF. Sejak saat itulah ada pembagian peringkat antara murid pemula dengan yang lebih senior. (bersambung – Indoshotokan).
SUMBER : http://indoshotokan.blogspot.com/2013/10/rahasia-peringkat-sabuk-dalam-karate-1.html


0 komentar:
Posting Komentar